4 Jenis hama pada tanaman tomat dan solusinya

GOLDEN FARM 99 – Salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman adalah tahu mengenai jenis penyakit dan tahu bagaimana solusi mengatasi penyakit tersebut. Banyak diantara kita yang hanya menanam tapi kurang peduli dengan knowledge / pengetahuan hama dan penyakit. Jadi jika ingin berhasil berbudidaya maka pelajarilah / belajarlah dari pengalaman sendiri ataupun belajar dari yang sudah pernah berhasil menangani penyakit. Disini kita akan secara bertahap belajar hama dan penyakit pada tananam tomat dan solusi penanganannya.

1) Kutu kebul ( Jenis serangga )

Kutu kebul ini hewan yang bersayap berwarna putih yang sangat berbahaya pada tanaman tomat. Hama ini seringkali bergerombol di daun tomat dan terselubung seperti tepung putih. Hewan ini menyerang dan menghisap cairan daun tanaman tomat yang mengakibatkan gejala daun menjadi kerdil, keriting dan menguning dan penyebab utama virus gemini.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan areal budidaya, penggunaan mulsa plastik dan melakukan pergantian tanaman. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

Kutu kebul
( Serangga )

Nama ilmiah: Bemisia tabaci
Klasifikasi lebih tinggi: Bemisia
Tingkatan takson: Spesies

2) Kutu daun

Kutu daun atau Afid merupakan jenis serangga kecil pemakan getah tanaman. Kutu daun hidup secara berkelompok, berwarna hitam, coklat atau hijau. Kutu daun berukuran kecil dan panjangnya antara 1 mili meter sampai 2 mili meter ( Wikipedia )

Kutu daun merupakan hewan penghisap hijau daun. Sama halnya seperti kutu kebul , hama ini juga membawa virus. Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan daun dan bagian tanaman lainnya sehingga menyebabkan daun menjadi keriting dan pertumbuhan terhambat.

Gejalanya : Gejala serangan kutu daun sangat mudah dideteksi, yaitu jika ditemukan ada banyak semut pada tanaman tersebut. Jika ditemukan semut sudah dapat dipastikan tanaman tersebut diserang kutu daun.

Pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan areal budidaya dari tanaman inang. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

Nama ilmiah: Aphidoidea
Ordo: Kepik sejati
Klasifikasi lebih tinggi: Sternorrhyncha

3) Lalat buah

Lalat buah adalah hama yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran, termasuk tanaman cabai. Serangan lalat buah diperkirakan mencapai 4.790 ha dengan kerugian Rp 21, 99 miliar. Lalat buah merupakan salah satu hama penyebab gagalnya panen buah. ( wikipedia )

Lalat buah ini merupakan serangga yang berwarna kekuning kuningan seperti tawon. Hama ini menyerang buah tomat yaitu dengan cara menyuntikkan telurnya kedalam buah tomat. Telor yang sudah masuk kedalam buah tomat ini kemudian menetas dan memakan daging tomat sehingga menyebabkan tomat busuk dan tidak terpakai

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap lalat buah. Kebersihan dan sanitasi areal budidaya juga perlu diperhatikan. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang berbau menyengat, misalnya santoat atau curacron.

Nama ilmiah: Bactrocera
Klasifikasi lebih tinggi: Lalat merak
Tingkatan takson: Genus

4) Ulat buah

Ulat buah menyerang buah, daun dan batang tomat. Gejala serangan pada buah tomat ditandai dengan adanya lubang dan buah membusuk. Pada daun menyebabkan daun berlubang dan menyerang bagian batang muda.

Pengendalian

dapat dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan membunuh ulat secara manual. Secara kimiawi dapat disemprot dengan insektisida abamectin, regent atau prevaton.

Demikian urain mengenai hama pada tanaman tomat. Semoga bisa memberi manfaat dan Selamat berbudidaya

Referensi : wikipedia, mitalom, dinas pertanian, kebuntanaman

Blog yang membahas agribisnis mulai dari hydroponic, organik dan akuaponik

www.goldenfarm99.com

admin

Blog yang membahas agribisnis mulai dari hydroponic, organik dan akuaponik www.goldenfarm99.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *